Sabtu, 17 Juni 2017

KIAT MENULIS

Posted by Ndi eba on Juni 17, 2017 with No comments
Ini merupakan salah satu tugas kuliah saat masih dijenjang bangku kuliah dulu, yang baru saya temukan dari tumpukan folder dan file di komputer lama. hanya sekedar ingin membangi ilmu, semoga bermanfaat. Selamat membaca

MAHIR MENULIS

Menumbuhan Motivasi Menulis
            Membaca dan menulis ibarat dua sisi mata uang, satu dan lainnya saling menunjang peran dan fungsi masing-masing. Jika banyak orang menyatakan bahwa membaca dan menulis membuang-buang waktu, hal ini merupakan kekeliruan yang sangat besar. Membaca dan menulis adalah pekerjaan besar bagi orang-orang berperadaban. Dua surah dalam Al-Qur’an yakni Q.S. 96:1-5 dan Q.S. 68:1-3 sama-sama terdapat kata Qalam. Yang mengajarkan manusia dengan perantara Qalam (menulis). Dalam pandangan wahbah, sandingan ini memiliki kekuatan yang sangat penting bagi manusia, yaitu Tuhan selain memerintahkan untuk membaca, jugamemerintahkan untuk menulis.
            Kesimpulannya, perintah membaca dan menulis dengan pena ini merupakan perintah paling berharga yang diberikan kepada umat manusia sebab membaca merupakan jalan yang akan mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
Semua Orang Bisa Menulis
            Bagi seorang pemula, memulai untuk menulis merupakan hal yang sulit. Namun, kegiatan menulis ibarat menciptakan suatu kebiasaan baru, artinya Anda akan bisa menulis apabila anda sudah membiasakan diri (atau memaksakan diri bagi pemula) untuk menulis. Allah berfirman dalam Q.S. 92:4 “sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda”. Talenta (bakat) telah di berikan kepada oleh Allah. Hal yang perlu kita lakukan adalah menemukan dan mengembangkan bakat tersebut sepanjang kisah hidup manusia. Ada beberapa hal yang dapat memupuk motivasi dalam menulis (solihin, 2007):
1.      Memposisiskan bahwa menulis adalah bagian dari ibadah, dengan memosisiskan kegiatan menulis sebagai ibadah, ketika kegiatan tersebut tidak dijalankan, sama artinya dengan tidak beribadah kepada-nya.
2.      Menulis adlah kegiatan dari perjuangan, karena perjuangan tidak selalu identik dengan mengangkat senjata.

Menjadi Penulis Produktif
Untuk menjadi penulis produktif, salah satu yang harus dilakukan adalah membentuk “sistem menulis”. Oleh karena itulah, kita harus melatih otak kita menjadi writing oriented agar didalamnya terbentuk sebuah “sistem menulis”. Cara yang dianjurkan adalah :
1.      Menjadika kegiatan menulis adalah pilihan hidup, bukan hobi semata yang dilakukan hanyaketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu.
2.      Menumbuhkan  kegiatan menulis, kegiatan /kebiasaan menulis bisa ditumbuhkan dengan cara: pertama, membaca. Kedua, berdiskusi dengan teman atau orang lain untuk mendapatkan masukan atau kritik sehingga semakin terasa pula kemampuan berfikir dan kesanggupan untuk memahami pendapat lain. Ketiga, mengikuti seminar. Keempat, mengamati peristiwa kejadian.
3.      Keinginan yang kuat untuk menulis membutuhkan motivasi yang tinggi untuk menulis.
Dari ketiga hal tersebut, bagi orang yang taat melaksanakan ibadah agamanya pasti akan  tergugah hatinya apabila dikatakan bahwa menuis suatu karya ilmiah yang berarti menyebarkan ilmu merupakan suatu ibadah. Ada dua penyebab utama yang menjadi faktor penghambat kegiatan menulis: pertama, faktor internal yang merupakan faktor dari dalam, antara lain seorang individu belum memiliki kebiasaan membaca buku, belum memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan belum adanya minat dan keinginan untuk menulis.
Faktor kedua, yaitu faktor eksternal atau faktor dari luar diri individu, pertama sulitnya mendapat bahan acuan dan referensi untuk menulis, kedua sulit mencari topik ataupun tema untuk bahan tulisan dan yang ketiga kesulitan menyusun kalimat baku.
Menjadi Kaya Dengan menulis
            Salah satu penulis yang menjadi kaya dengan berprofesi menjadi penulis adalah Joanne Kathleen (J.K) Rowling, penulis novel best seller, Harry Potter. J.K Rowling memperoleh banyak penghargaan diantaranya: Hugo Award, Bram Stoke Award, Whitebread for best children’s book, dan sertifikat khusus pemenang tiga tahun berturut-turut smarties Prize.
            Bisa dihitung penghasilan J.K Rowling darisatu novel Harry potter setidaknya US$ 2, 97 juta atau Rp. 29, 7 Miliar. Padahal ia menulis tujuh judul Novel Harry Potter.
Mengelola Waktu Anda Untuk Menulis
            “wah saya tidak punya waktu menulis”. Itulah ungkapan yang sering kita dengar dari orang yang belum pernah merasakan manfaat dan nikmatnya menulis. Meskipun begitu, dalam realitasnya tidak sedikit dari kita mengambinghitamkan “ tidak adanya waktu luang”, sebagai penyebab tidak dapat menulis. Orang sukses adalah orang yang disiplin dan cerdas dalam mengelola waktu.

Waktu dalam Islam
Didalam Al-Qur’an terdapat 193 ayat yang berbicara tentang waktu. Ada beberapa kata yang menunjukkan makna-makna waktu yang diacu didalam Al-Qur’an, yaitu : Ajal,Dahr, waqt dan ‘Ashr. Tujuan kehadiran waktu, jika di pahami lebih jauh pada beberapa surah didalam Al-Qur’an, orang yang menghargai waktu juga adalah orang yang menjauhkan diri mereka dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.
Mengisi waktu dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :
1.      Menghargai waktu
Menghargai waktu dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengisi waktu yang kita miliki dengan kegiatan-kegiatan positif, yakni  kegiatan-kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri kita, tetapi juga terhadap orang lain.
2.      Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas
-          Kerja keras adalah kerjanya anggota fisik atau badan
-          Kerja cerdas adalah bekerja dengan menggunakan akal dan biasanya pekerjaan ini didominasi oleh kaum intelektual dan cendikiawan atau ilmuan.
-          Kerja ikhlas adalah kerja hati. Mereka berkarakter kerja keras dan kerja cerdas belum tentu mampu bekerja secara ikhlas. Ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tampa mengharapkan imbalan.
Karakter ikhlas ini tidak hanya dapat kita bentuk atau miliki, tetapi juga ada jalan pintas menuju ikhlas.
Waktu Luang
            Banyak orang waktu 24 jam ia habiskan dengan berbagai kegiatan, mulai dari bermain game, kongko di kafe, dan tentu saja tidur. Sering kali yang mereka jadikan pembenaran adalah kegiatan itu dapat meningkatkan kreativitas berfikir mereka. Tipe ekstrim lainnya adalah tipe pekerja keras. Mereka yang masuk dalam kategori ini umumnya memang benar-benar padat dengan berbagai kegiatan penting. Karakter kuat lain yang umumnya juga ditemukan pada tipe ini adalah mereka yang sangat sedikit menyisiskan waktu untuk tidur. Tipe ini umumnya telah menghasilkan sebuah buku.
            Dan bagi kita yang masih termasuk dalam tipe pertama, Anda hanya perlu mengalokasikan atau mengganti waktu yang tadinya anda habiskan pada kegiatan sepele/ tidak produktif dengan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan dan tidak menutup kemungkinan menulis. Dengan asumsi anda konsisten, seiring dengan berjalannya waktu, tampa Anda sadari Anda telah menghasilkna sebuah tulisan.
Komitmen Menulis
            Mengetahui seberapa pentingnya menulis merupakan necessery conditional(syarat perlu) yang harus dilalui sebelum memutuskan judul tulisan yang akan Anda buat. Komitmen Anda untuk menyediakan waktu khusus menulis merupakan syarat cukup.
            Telah terpenuhinya syarat perlu dan syarat khusus saja tidak cukup. Ada beberapa hal yang harus di lakukan agar keterampilan, kwalitas dan produktifitas meningkat menulis, yaitu pertama, sediakan waktu khusus untuk menulis. Menyediakan waktu khusus untuk menulis menjadi syarat utama dapat-tidaknya Anda menghasilakan sebuah karya tulis. Kedua, disiplin dalam mengelola waktu. Ketiga, menghargai waktu dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Keempat, kenali aktivitas harian. Buatlah jadwal kegiatan harian Anda. Kelima, mengerti prioritas, qardhawi mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting : sangat penting dan sangat mendesak, tidak penting dan sangat mendesak, sangat penting dan tidak mendesak dan tidak penting dan tidak mendesak. Keenam, gunakan waktu perjalanan. Tanpa kita sadari banyak waktu yang dapat kita manfaatkan ketika dalam perjalanan. Ketujuh, berani tegas untuk berkata “tidak” untuk kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan pemanfaatan waktu yang baik. Kedelapan, tanamakan tekad kuat untuk menjadi penulis sukses.



0 komentar:

Posting Komentar