Ini merupakan salah satu tugas kuliah saat masih dijenjang bangku kuliah dulu, yang baru saya temukan dari tumpukan folder dan file di komputer lama. hanya sekedar ingin membangi ilmu, semoga bermanfaat. Selamat membaca
MAHIR
MENULIS
Menumbuhan
Motivasi Menulis
Membaca dan menulis ibarat dua sisi mata uang, satu dan
lainnya saling menunjang peran dan fungsi masing-masing. Jika banyak orang
menyatakan bahwa membaca dan menulis membuang-buang waktu, hal ini merupakan
kekeliruan yang sangat besar. Membaca dan menulis adalah pekerjaan besar bagi
orang-orang berperadaban. Dua surah dalam Al-Qur’an yakni Q.S. 96:1-5 dan Q.S.
68:1-3 sama-sama terdapat kata Qalam. Yang
mengajarkan manusia dengan perantara Qalam
(menulis). Dalam pandangan wahbah, sandingan ini memiliki kekuatan yang
sangat penting bagi manusia, yaitu Tuhan selain memerintahkan untuk membaca,
jugamemerintahkan untuk menulis.
Kesimpulannya, perintah membaca dan menulis dengan pena
ini merupakan perintah paling berharga yang diberikan kepada umat manusia sebab
membaca merupakan jalan yang akan mengantar manusia mencapai derajat
kemanusiaan yang sempurna.
Semua
Orang Bisa Menulis
Bagi seorang pemula, memulai untuk menulis merupakan hal
yang sulit. Namun, kegiatan menulis ibarat menciptakan suatu kebiasaan baru,
artinya Anda akan bisa menulis apabila anda sudah membiasakan diri (atau
memaksakan diri bagi pemula) untuk menulis. Allah berfirman dalam Q.S. 92:4
“sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda”. Talenta (bakat) telah di berikan
kepada oleh Allah. Hal yang perlu kita lakukan adalah menemukan dan
mengembangkan bakat tersebut sepanjang kisah hidup manusia. Ada beberapa hal
yang dapat memupuk motivasi dalam menulis (solihin, 2007):
1.
Memposisiskan
bahwa menulis adalah bagian dari ibadah, dengan memosisiskan kegiatan menulis
sebagai ibadah, ketika kegiatan tersebut tidak dijalankan, sama artinya dengan
tidak beribadah kepada-nya.
2.
Menulis adlah
kegiatan dari perjuangan, karena perjuangan tidak selalu identik dengan
mengangkat senjata.
Menjadi
Penulis Produktif
Untuk menjadi penulis
produktif, salah satu yang harus dilakukan adalah membentuk “sistem menulis”.
Oleh karena itulah, kita harus melatih otak kita menjadi writing oriented agar
didalamnya terbentuk sebuah “sistem menulis”. Cara yang dianjurkan adalah :
1.
Menjadika
kegiatan menulis adalah pilihan hidup, bukan hobi semata yang dilakukan
hanyaketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu.
2.
Menumbuhkan kegiatan menulis, kegiatan /kebiasaan menulis
bisa ditumbuhkan dengan cara: pertama, membaca. Kedua, berdiskusi dengan teman
atau orang lain untuk mendapatkan masukan atau kritik sehingga semakin terasa
pula kemampuan berfikir dan kesanggupan untuk memahami pendapat lain. Ketiga,
mengikuti seminar. Keempat, mengamati peristiwa kejadian.
3.
Keinginan yang
kuat untuk menulis membutuhkan motivasi yang tinggi untuk menulis.
Dari
ketiga hal tersebut, bagi orang yang taat melaksanakan ibadah agamanya pasti
akan tergugah hatinya apabila dikatakan
bahwa menuis suatu karya ilmiah yang berarti menyebarkan ilmu merupakan suatu
ibadah. Ada dua penyebab utama yang menjadi faktor penghambat kegiatan menulis:
pertama, faktor internal yang merupakan faktor dari dalam, antara lain seorang
individu belum memiliki kebiasaan membaca buku, belum memiliki kemampuan
berbahasa yang baik dan belum adanya minat dan keinginan untuk menulis.
Faktor kedua, yaitu
faktor eksternal atau faktor dari luar diri individu, pertama sulitnya mendapat
bahan acuan dan referensi untuk menulis, kedua sulit mencari topik ataupun tema
untuk bahan tulisan dan yang ketiga kesulitan menyusun kalimat baku.
Menjadi
Kaya Dengan menulis
Salah satu penulis yang menjadi kaya dengan berprofesi
menjadi penulis adalah Joanne Kathleen (J.K) Rowling, penulis novel best seller, Harry Potter. J.K Rowling memperoleh banyak penghargaan
diantaranya: Hugo Award, Bram Stoke
Award, Whitebread for best children’s book, dan sertifikat khusus pemenang
tiga tahun berturut-turut smarties Prize.
Bisa dihitung penghasilan J.K Rowling darisatu novel Harry potter setidaknya US$ 2, 97 juta
atau Rp. 29, 7 Miliar. Padahal ia menulis tujuh judul Novel Harry Potter.
Mengelola
Waktu Anda Untuk Menulis
“wah saya tidak punya waktu menulis”. Itulah ungkapan
yang sering kita dengar dari orang yang belum pernah merasakan manfaat dan
nikmatnya menulis. Meskipun begitu, dalam realitasnya tidak sedikit dari kita
mengambinghitamkan “ tidak adanya waktu luang”, sebagai penyebab tidak dapat
menulis. Orang sukses adalah orang yang disiplin dan cerdas dalam mengelola
waktu.
Waktu
dalam Islam
Didalam Al-Qur’an
terdapat 193 ayat yang berbicara tentang waktu. Ada beberapa kata yang
menunjukkan makna-makna waktu yang diacu didalam Al-Qur’an, yaitu : Ajal,Dahr,
waqt dan ‘Ashr. Tujuan kehadiran waktu, jika di pahami lebih jauh pada beberapa
surah didalam Al-Qur’an, orang yang menghargai waktu juga adalah orang yang
menjauhkan diri mereka dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.
Mengisi waktu dapat
dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :
1.
Menghargai waktu
Menghargai
waktu dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengisi waktu yang
kita miliki dengan kegiatan-kegiatan positif, yakni kegiatan-kegiatan yang tidak hanya bermanfaat
bagi diri kita, tetapi juga terhadap orang lain.
2.
Kerja keras,
kerja cerdas dan kerja ikhlas
-
Kerja keras adalah
kerjanya anggota fisik atau badan
-
Kerja cerdas
adalah bekerja dengan menggunakan akal dan biasanya pekerjaan ini didominasi
oleh kaum intelektual dan cendikiawan atau ilmuan.
-
Kerja ikhlas
adalah kerja hati. Mereka berkarakter kerja keras dan kerja cerdas belum tentu
mampu bekerja secara ikhlas. Ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tampa
mengharapkan imbalan.
Karakter ikhlas ini
tidak hanya dapat kita bentuk atau miliki, tetapi juga ada jalan pintas menuju
ikhlas.
Waktu
Luang
Banyak orang waktu 24 jam ia habiskan dengan berbagai
kegiatan, mulai dari bermain game, kongko di kafe, dan tentu saja tidur. Sering
kali yang mereka jadikan pembenaran adalah kegiatan itu dapat meningkatkan
kreativitas berfikir mereka. Tipe ekstrim lainnya adalah tipe pekerja keras.
Mereka yang masuk dalam kategori ini umumnya memang benar-benar padat dengan
berbagai kegiatan penting. Karakter kuat lain yang umumnya juga ditemukan pada
tipe ini adalah mereka yang sangat sedikit menyisiskan waktu untuk tidur. Tipe
ini umumnya telah menghasilkan sebuah buku.
Dan bagi kita yang masih termasuk dalam tipe pertama,
Anda hanya perlu mengalokasikan atau mengganti waktu yang tadinya anda habiskan
pada kegiatan sepele/ tidak produktif dengan kegiatan-kegiatan yang
menghasilkan dan tidak menutup kemungkinan menulis. Dengan asumsi anda
konsisten, seiring dengan berjalannya waktu, tampa Anda sadari Anda telah
menghasilkna sebuah tulisan.
Komitmen
Menulis
Mengetahui seberapa pentingnya menulis merupakan
necessery conditional(syarat perlu) yang harus dilalui sebelum memutuskan judul
tulisan yang akan Anda buat. Komitmen Anda untuk menyediakan waktu khusus
menulis merupakan syarat cukup.
Telah terpenuhinya syarat perlu dan syarat khusus saja
tidak cukup. Ada beberapa hal yang harus di lakukan agar keterampilan, kwalitas
dan produktifitas meningkat menulis, yaitu pertama, sediakan waktu khusus untuk
menulis. Menyediakan waktu khusus untuk menulis menjadi syarat utama
dapat-tidaknya Anda menghasilakan sebuah karya tulis. Kedua, disiplin dalam mengelola
waktu. Ketiga, menghargai waktu dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Keempat,
kenali aktivitas harian. Buatlah jadwal kegiatan harian Anda. Kelima, mengerti
prioritas, qardhawi mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang
penting : sangat penting dan sangat mendesak, tidak penting dan sangat
mendesak, sangat penting dan tidak mendesak dan tidak penting dan tidak
mendesak. Keenam, gunakan waktu perjalanan. Tanpa kita sadari banyak waktu yang
dapat kita manfaatkan ketika dalam perjalanan. Ketujuh, berani tegas untuk
berkata “tidak” untuk kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan pemanfaatan
waktu yang baik. Kedelapan, tanamakan tekad kuat untuk menjadi penulis sukses.
0 komentar:
Posting Komentar